Parepare– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin resmi menggelar Seminar Program Kerja di Aula Kelurahan Watang Soreang. Dalam pertemuan tersebut, para mahasiswa mengusung misi besar yang berfokus pada dua pilar utama: Pengelolaan Limbah berbasis 3R dan Kesehatan serta Keselamatan Kerja (K3).
Seminar ini dihadiri oleh Lurah Watang Soreang, Babinkantibmas, Ketua LPMK dan jajaran perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemuda setempat. Kehadiran program ini diharapkan mampu menjawab tantangan lingkungan yang dihadapi warga, khususnya terkait penanganan sampah rumah tangga dan keamanan dalam bekerja.
Transformasi Sampah Melalui Prinsip 3R
Fokus pertama yang dipaparkan adalah implementasi konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Koordinator Mahasiswa KKN-T 115 di Watang Soreang menjelaskan bahwa masalah sampah bukan sekadar soal pembuangan, melainkan soal manajemen.
“Kami tidak hanya datang untuk membersihkan, tetapi ingin membangun sistem. Dengan prinsip 3R, kita mengajak warga untuk mengurangi plastik, menggunakan kembali barang layak pakai, dan mendaur ulang sampah organik menjadi kompos atau barang bernilai ekonomis,” ujarnya di hadapan para warga.
Budaya K3 untuk Kesejahteraan Pekerja
Selain masalah lingkungan, tim KKN-T 115 juga menyoroti aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Mengingat sebagian besar warga Watang Soreang bergerak di sektor industri rumah tangga dan perikanan, edukasi mengenai K3 dianggap sangat krusial.
Program ini bertujuan untuk:
- Meningkatkan kesadaran akan bahaya kerja di lingkungan rumah tangga.
- Edukasi penggunaan alat pelindung diri (APD) sederhana.
- Pencegahan penyakit akibat kerja melalui perbaikan sanitasi lingkungan kerja.
Sambutan Hangat Pemerintah Setempat
Lurah Watang Soreang menyambut baik inisiatif mahasiswa. Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi kelurahan saat ini. “Kami sangat mendukung program yang berorientasi pada keberlanjutan. Masalah limbah adalah tanggung jawab bersama, dan edukasi K3 akan sangat membantu warga kami yang bekerja sebagai buruh maupun pelaku UMKM,” pungkasnya.
Seminar ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif di mana warga memberikan masukan terkait titik-titik lokasi yang memerlukan penanganan limbah secara prioritas. Setelah seminar ini, mahasiswa KKN-T 115 akan segera turun ke lapangan untuk melaksanakan aksi nyata selama sisa masa pengabdian mereka.
